Seperti kita tahu bahwa RAPBN 2013 telah dikeluarkan pada pertengahan Agustus 2013. Dari RAPBN 2013 tersebut, saya mencermati bahwa pemerintah masih bersifat konsumtif, terutama pada pembiayaan belanja pegawai lebih tinggi dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur.
RAPBN 2013 meliputi beberapa pembiayaan yaitu sebagai berikut :
2. Membangun Infrastruktur Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur Perhubungan : Mendukung Keterhubungan Antar Wilayah
3. Mewujudkan Suasana Aman Tenteram dan Kepastian Hukum Bagi Kehidupan Rakyat dan Dunia Usaha
Sejalan dengan makin bertambah besarnya kemampuan penerimaan negara untuk membiayai pembangunan, anggaran belanja negara dalam RAPBN tahun 2013 direncanakan Rp1.657,9 T, naik Rp109,6 T (7,1%) dari pagu APBNP 2012, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2007 (Rp757,6 T). Anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja pemerintah pusat Rp1.139,0 T, dan belanja untuk daerah Rp518,9 T.
Komitmen peningkatan kualitas belanja dalam RAPBN 2013 diwujudkan melalui kebijakan penghematan guna dialihkan bagi peningkatan belanja modal untuk pembangunan infrastruktur dalam upaya meningkatkan daya saing dan daya tahan ekonomi nasional menghadapi perlambatan ekonomi global, maupun dalam rangka memperluas dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Semoga pemerintah dapat lebih menekan pengeluaran atau pembelanjaan negara pada tahun 2013. Semoga kesejahteraan semakin terjamin dan pemerintah tidak terlalu konsumtif untuk hal yang tidak terlalu penting.
Untuk melihat selengkapnya mengenai RAPBN 2013 klik disini : http://www.anggaran.depkeu.go.id/dja/acontent/Nota%20Keuangan%20RAPBN%202013.pdf

0 komentar:
Posting Komentar